Akuntansi Sebagai Sistem Informasi

Akuntansi Sebagai Sistem Informasi - Di sini kita akan membahas tentang Akuntansi Sebagai Sistem Informasi dan proses akuntansi. Perhatikan gambar berikut ini!




Apabila memperhatikan gambar di samping, tentu Anda langsung bisa mengetahuinya. Ya, gambar di samping menunjukkan kegiatan pelayanan jasa di sebuah salon. Setiap jenis produk pelayanan jasa mempunyai tarif harga yang berbeda. Pihak pemilik salon mempunyai berbagai faktor dalam menetapkan harga, mulai dari harga bahan, peralatan, tenaga, dan biaya lainnya. Dalam hal ini, pemilik salon dikatakan telah menggunakan sistem akuntansi. Nah, berdasarkan ilustrasi tersebut, sudahkah Anda memperoleh gambaran, apakah akuntansi itu?



Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan mengomunikasikan informasi ekonomi sebagai dasar pertimbangan dan pengambilan keputusan para pemakainya.

Akuntansi sebagai sistem pengolah informasi dapat digambarkan dalam bagan berikut ini.




Berdasarkan bagan tersebut, informasi akuntansi dipergunakan oleh pihak ekstern untuk membuat keputusan ekonomi terhadap organisasi. Adapun oleh pihak intern, informasi akuntansi dipergunakan untuk membuat keputusan yang harus dilakukan oleh organisasi.


Sistem tata buku berpasangan (double entry bookkeeping) merupakan cikal bakal akuntansi. Sistem tata buku berpasangan dipublikasikan pada tahun 1494 oleh seorang ahli matematika berkebangsaan Italia yang bernama Luca Pacioli. Haryono Jusup, 2001.




Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam bentuk transaksi-transaksi, dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya bersifat keuangan dan penafsiran dari hasil-hasilnya.



Berdasarkan pengertian tersebut, dapat kita ketahui bahwa akuntansi merupakan suatu proses. Nah, proses kegiatan akuntansi keuangan secara garis besar terdiri atas tahap-tahap sebagai berikut.

1.    Tahap Pencatatan
Pada tahap ini, transaksi keuangan yang terjadi dicatat dalam suatu formulir pencatatan yang disebut jurnal. Pencatatan dilakukan secara kronologis (berurutan) sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi seperti yang tertera dalam bukti transaksi. Selanjutnya jurnal tersebut dipindahbukukan (posting) ke buku besar.

2.    Tahap Pengiktisaran
Pada tahap ini, transaksi yang sudah dicatat dalam jurnal dipindahkan ke buku besar sehingga transaksi yang terjadi selama periode tersebut diringkas dan tergambar dalam saldo masing-masing akun yang disusun dalam neraca saldo. Pada tahap ini, juga dibuat jurnal penyesuaian, kertas kerja, jurnal penutup, neraca saldo setelah penutupan, dan jurnal pembalik.

3.    Tahap Laporan
Pada tahap ini, saldo akhir dari setiap akun dilaporkan dalam suatu dokumen tersendiri sehingga posisi keuangan dan hasil usaha selama periode yang bersangkutan dapat diketahui. Dokumen yang digunakan sebagai laporan akuntansi disebut laporan keuangan (financial statement).

Setelah mengetahui pengertian akuntansi pada materi di atas, dapatkah Anda jelaskan, apakah fungsi akuntansi? Siapa sajakah yang menggunakan akuntansi? Untuk lebih jelasnya, pelajari materi selanjutnya.

1 Response to "Akuntansi Sebagai Sistem Informasi"